SUDUT PANDANG #1 : Pamungkas dan Maspam Records Siasati Pandemi

5 Lagu Rekomendasi Bimantara Timeless Jalani New Normal
June 25, 2020
Cerita Di Balik Foto Si Bule-Ngakunya-Australi Bareng Via Heals
July 10, 2020

SUDUT PANDANG #1 : Pamungkas dan Maspam Records Siasati Pandemi

Sumber : MasPam Records

Saat pandemi kebanyakan musisi dan orang-orang di baliknya langsung terdampak. Baik karena adanya aturan PSBB yang melarang seluruh konser dan festival musik untuk tidak dilakukan, sampai ditundanya perilisan album.

Hasilnya? Banyak musisi yang akhirnya tidak produktif dan nggak menghasilkan apa-apa selama pandemi. Di luar negeri, ada nama-nama seperti Sam Smith, Nicki Minaj, Adele, hingga The 1975 yang harus rela menunda perilisan album akibat dampak Corona.

Belakangan, The 1975 akhirnya merilis album teranyar mereka “Notes on A Conditional Form” setelah menggelar listening party via dunia maya, sebagai jembatan menuju perilis albun terbaru Matthew Healy cs pada minggu ketiga Mei 2020.

Di Indonesia sendiri grup band pop Geisha, menjadi salah satu nama besar yang mengumumkan penundaan album mereka karena pandemi corona.

“Ada album yang harus dimundurin karena enggak bisa take, enggak bisa kumpul, enggak bisa recording. Banyak banget kegiatan yang harus dijalani, tapi akhirnya dibatalkan,” ungkap Robby, gitaris Geisha seperti dilansir dari Kompas.com.

Berbeda dengan Geisha yang harus menunda album, Raisa bersama Juni Records nya harus menunda konser tunggal Raisa di GBK (Gelora Bung Karno) yang jika tidak ada pandemi, seharusnya digelar 27 Juni 2020 lalu. Akibat corona, Raisa mau nggak mau memindahkan jadwal konser tunggalnya menjadi ke tanggal 28 November 2020.

Putar Otak Pamungkas dan MasPam Records

Adapun musisi lokal yang tetap produktif dan sepertinya tidak terpengaruh sama sekali dengan dampak corona adalah Pamungkas. Bersama manajemen artisnya, Mas Pam Records, Pamungkas justru “memindahkah” Flying Solo Tour mereka dari offline ke online dan menggantinya dengan nama “The End of Flying Solo Era.”.

Bekerja sama dengan Loket.com dan GoTix, menurut salah seorang sumber yang tidak mau disebutkan namanya, “The End of Flying Solo Era” justru sukses menjual lebih dari 5000 tiket EXCLUSIVE LIVE STREAM Pamungkas The End of Flying Solo Era pada 30 Mei 2020 lalu. Sebuah angka yang sangat besar mengingat event ini menjadi salah satu event online berbayar pertama di Indonesia yang dikerjakan saat pandemi.

Noor Kamil (paling kanan) bersama tim Mas Pam Records (foto IG @reyletlora)

Nggak lama setelah sukses menggelar Flying Solo, Pamungkas malah langsung lanjut menggeber produktivitas, dengan merilis album ketiga “Solipsism” pada 26 Juni 2020 lalu. Sambutannya pun bukan main. Hanya dalam 2 hari, album ketiga Pamungkas ini langsung menyentuh angka 1 juta streams di platform Spotify.

“Rencana awal, bila tidak ada pandemi, kita melakukan tur dulu, Tur Flying Solo South East Asia  yang akan diakhiri atau gongnya di kota Jakarta, di akhir bulan Juli dan seminggu setelah tur berakhir Pamungkas baru merilis album ini. Itu rencana awal nya. Karena pandemic , berubah rencana, Tour di cancel, dengan semangat tetap terus berjalan, akhirnya kita membuat The End of Flying Solo Era Live Streaming, sekaligus mengumumkan tanggal rilis Solipsism,” ungkap Noor Kamil dari Mas Pam Records kepada Sui Generis.

Berdasarkan rilis persnya, memang, Solipsism adalah album yang dikerjakan secara super-mandiri oleh Pamungkas. Bahkan, sambil mengikuti aturan PSBB, Pamungkas rela “mengunci dirinya” dulu di sebuah apartemen lalu produktif mengerjakan lagu demi lagu yang ada dalam album Solipsism.

Hingga akhirnya Solipsism dirilis praktis membuat Pamungkas menjadi salah satu artis pendatang abru yang sangat produktif. Bagaimana tidak? Sejak 2018 saja, dirinya terlihat selalu merilis satu per satu album di tiap tahun. Walk The Talk di 2018, Flying Solo di 2019, dan terakhir album Solipsism di 2020.

“Sebenernya tidak ada target tiap tahun 1 album, hanya saja spirit kita bersama adalah ingin selalu berkarya dan konsisten, setaip menjelang tahun  baru kami selalu melakukan rapat besar untuk menetukan langkah selanjutnya. Dan kebetulan dari akhir tahun 2019 kemarin kita sudah sepakat untuk melakukan beberapa aktifitas salah satunya adalah merilis album Solipsism,” tutup Kamil mengakiri obrolannya bersama Sui Generis.

FYI, ketika obrolan ini terjadi, Pamungkas baru aja merilis MV terbarunya untuk lagu “Deeper”. Ya, “Deeper” yang menjadi single jagoan untuk album Solipsism. Ada yang belum menonton MV “Deeper”? Silahkan tonton MV nya di bawah ini.