SG SUCCESS STORY #01 : DBM Case Ciptakan Pasar Sendiri Melalui Custom Case Gitar

SUDUT PANDANG #2 : Zirah Setelah Batal Pagelaran dan Ditinggal Vokalis
August 4, 2020
Album Debut Dam Dam Pop! Akhirnya Bisa Dinikmati di Musik Streaming
August 15, 2020

SG SUCCESS STORY #01 : DBM Case Ciptakan Pasar Sendiri Melalui Custom Case Gitar

Dimas Bagus Maulana (Foto : dok. pribadi)

Mungkin lain ceritanya jika Dimas Bagus Maulana memilih untuk tetap jadi gitaris dan menjalani hari-hari sebagai musisi profesional. Case gitar bernama DBM Case bisa jadi nggak akan pernah ada.

Dimas, yang pada 2014 akhirnya memutuskan banting setir dari gitaris band menjadi wirausaha, memilih produk custom case gitar sebagai peruntungannya. “Custom Shop Premium Bag”, begitulah DBM Case menjelaskan deskripsi produk mereka pada bio instagram profile @dbmcase

Dimas mengaku nggak nyangka responnya sangat bagus. Awal membuat custom urder untuk case gitar, diakuinya hanya untuk belajar. “Karena custom order permintaan berbeda-beda, mengasah kemampuan saya untuk mengekpesikan konsep-konsep baru,” ungkap Dimas kepada SuiGeneris.

“Akhirnya singkat cerita, (setelah beberapa kali upload foto custom case gitar buatannya) mas Baim kontak aku di WhatsApp, aku juga nggak tahu itu mas Baim. Aku cuma lihat, fotonya bukan mas Baim. Namanya Ibrahim, oh yaudah, aku buatin tuh. Pertama kali : ampli gitar combo. Aku bilang bisa-bisa aja,” pungkasnya dalam sebuah wawancara dengan CNN Indonesia

“Usaha itu bilang nggak bisa, pantang banget!” tegasnya. Dari sinilah sejumlah customer lain yang notabene “artis/ musisi profesional” berdatangan satu per satu. Hingga kini, DBM Case telah dipakai oleh musisi-musisi papan atas Tanah Air seperti Raisa, Ian Antono, Aria Baron, Dewa Budjana, Andra Ramadhan, Denny Chasmala, Eross Chandra, dan beberapa artis lainnya.

Meski sudah banyak musisi yang datang berlangganan case gitar DBM, Dimas mengaku masih sering dapat masukan untuk produknya dari para musisi tersebut. “Rata-rata sama si masukannya. Lebih ke pengembangan mempertahankan kualiatas. Jaga after-sales nya, selalu berinovasi berkarya,” tambah cowok yang pernah punya usaha studio musik ini.

Ketika ditanya apa yang membedakan produk case gitar DBM dengan case gitar lainnya, Dimas menjawab, “Semua brand lokal di Indonesia keren-keren sebenarnya, semua punya kelebihan masing-masing. Untuk DBM sendiri mungkin kelebihan yang mencolok : kami bisa custom order dengan kualitas yang kami jamin dari custom order standart sampai yang premium.”

Hingga tulisan ini ditulis, tercatat, DBM bisa memproduksi kurang lebih 400 tas per produk tiap bulannya. Sementara untuk produk custom, bisa mencapai kurang lebih 30 tas per bulan.

Di kota-kota besar Indonesia sendiri rata-rata sudah memiliki dealer DBM Case, mulai dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Medan, Batam, Palembang, Manado, Bandar Lampung, dan masih banyak lagi. Di luar negeri sendiri, customer dari Singapura, Malaysia, Belanda, dan Thailand tercatat pernah memesan DBM Case buatan Dimas.